Pusat Studi Pendidikan dan Budaya UMSIDA Bekali Guru TK ABA dan Kader Aisyiyah Tanggulangin Teknik Membirama yang Komprehensif

drpm.umsida.ac.id – Dalam upaya meningkatkan kompetensi seni dan kepemimpinan musik di lingkungan pendidikan anak usia dini, Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tanggulangin menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan Membirama”.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026 ini menghadirkan narasumber ahli, Evie Destiana, S.Sn., M.Pd., yang merupakan dosen dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) sekaligus peneliti di Pusat Studi Pendidikan dan Budaya.

Bertempat di gedung KB/TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 7 Kalidawir, Sidoarjo, pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari guru-guru TK ABA serta perwakilan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-wilayah Tanggulangin.

Dalam pemaparannya, Evie Destiana menekankan bahwa “membirama” atau menjadi dirigen bukan sekadar menggerakkan tangan, melainkan sebuah seni menghadirkan makna dan rasa dalam proses pembelajaran maupun kegiatan organisasi.

“Belajar bukan sekadar mengajar, tetapi menghadirkan makna dan irama dalam setiap prosesnya. Guru harus menguasai lagu yang akan diajarkan kepada siswanya. Melalui teknik membirama yang benar, kita dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan penuh inspirasi,” ujar Evie di hadapan para peserta.

Pelatihan dikemas secara interaktif. Para peserta tidak hanya menerima teori mengenai teknik dasar memimpin lagu, tetapi juga melakukan praktik langsung di bawah bimbingan narasumber. Evie memberikan koreksi mendetail pada gerakan tangan, ketegasan tempo, hingga ekspresi wajah yang diperlukan seorang dirigen untuk menghidupkan sebuah lagu.

Ketua LBSO PCA Tanggulangin menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat krusial, mengingat peran guru TK dan kader Aisyiyah yang seringkali harus memimpin lagu-lagu wajib organisasi maupun lagu anak-anak dalam kegiatan formal maupun harian.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui Pusat Studi Pendidikan dan Budaya dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat cabang dan ranting Muhammadiyah/Aisyiyah.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan para guru TK ABA di Tanggulangin dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kualitas kegiatan seni di sekolah masing-masing, serta memperkuat identitas budaya dan seni di lingkungan Aisyiyah.

Penulis: Evie Destiana