Umsida Gelar Pelatihan Diversifikasi Produk Bandeng Prestobagi UMKM Telur Asin AYU

Sidoarjo – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dalam bentuk pelatihan diversifikasi produk bagi UMKM Telur Asin AYU. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, pukul 13.30 hingga 15.30 WIB, bertempat di Kaliampoh RT 10 RW 03, Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas produksi dan inovasi usaha mitra melalui pengolahan bandeng presto menggunakan panci presto yang sebelumnya telah diberikan sebagai bentuk dukungan peralatan usaha.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur DRPM Umsida sekaligus Ketua Tim Abdimas, Prof. Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si., CIQaR., CRP, yang memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada mitra. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa program Abdimas tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan peralatan, tetapi juga pada memberikan pengetahuan, peningkatan keterampilan, serta pendampingan berkelanjutan agar UMKM mampu tumbuh secara mandiri dan berdaya saing.

Gambar 1. Sambutan oleh Prof. Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si., CIQaR., CRP

Kegiatan ini menghadirkan Lukman Hudi, S.TP., M.MT., dosen Teknologi Pangan Umsida sekaligus praktisi usaha, sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai teknik pengolahan pangan, penerapan standar mutu produk, serta strategi diversifikasi usaha berbasis potensi lokal.

Dalam sesi pemaparan materi, Lukman Hudi menekankan pentingnya diversifikasi produk sebagai strategi penguatan daya saing UMKM. Bandeng presto dipilih sebagai produk diversifikasi karena memiliki potensi pasar yang luas serta relevan dengan karakteristik wilayah Sidoarjo yang dikenal sebagai sentra perikanan.

Gambar 2. Penyampaian Materi oleh Lukman Hudi, S.TP., M.MT

Kegiatan ini ditutup dengan praktik langsung pembuatan bandeng presto dan telur asin oven sebagai bentuk penguatan keterampilan teknis mitra dalam mengoperasikan peralatan yang telah dihibahkan. Pada sesi praktik pembuatan bandeng presto, mitra menggunakan panci presto yang telah diberikan sebelumnya. Dalam sesi ini, mitra didampingi secara intensif untuk memastikan setiap tahapan produksi dilakukan dengan benar dan sesuai standar yang telah dijelaskan, mulai dari proses pembersihan bahan baku, pemberian bumbu, pengaturan tekanan dan waktu pemasakan, hingga tahap pendinginan dan pengemasan.

Gambar 3. Hasil Pendampingan Produksi Bandeng Presto

Gambar 4. Hasil Pendampingan Produksi Telur Asin Oven

Melalui pendampingan langsung tersebut, mitra tidak hanya mampu mempraktikkan proses produksi secara mandiri dan memahami titik-titik kritis dalam pengolahan, tetapi juga berhasil menghasilkan dua varian produk, yaitu bandeng presto siap goreng dan bandeng presto goreng yang memiliki cita rasa gurih, tekstur tulang lunak, serta tampilan yang menarik dan layak dipasarkan.

Selain itu, praktik pembuatan telur asin oven juga dilaksanakan dengan memanfaatkan mesin oven yang baru diserahterimakan. Mitra diarahkan untuk memahami pengaturan suhu, durasi pemanggangan, serta teknik pengemasan yang tepat guna menjaga kualitas dan daya simpan produk. Melalui praktik ini, mitra semakin terampil dalam menghasilkan telur asin oven dengan tingkat kematangan yang merata, tekstur yang lebih kering dan padat, serta karakteristik rasa yang khas.

Gambar 5. Dokumentasi Kegiatan

Kegiatan praktik terpadu ini menjadi indikator keberhasilan program Abdimas, karena mitra telah mampu mengoperasikan peralatan secara mandiri, melakukan diversifikasi produk, serta meningkatkan kesiapan usaha dalam mengembangkan inovasi secara berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UMKM Telur Asin AYU dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat keberlanjutan usaha di tengah persaingan industri pangan olahan.