Inovasi Pemanfaatan Lahan Sempit di Lingkungan Perkotaan oleh Pusat Studi Pangan dan Perikanan (PSPP)

Drpm.umsida.ac.id – Upaya pemanfaatan lahan sempit sebagai solusi ketahanan pangan terus digalakkan oleh kalangan akademisi. Dosen Agroteknologi bersama Pusat Studi Pangan dan Perikanan menginisiasi program inovatif berbasis pertanian urban untuk membantu masyarakat mengoptimalkan ruang terbatas di lingkungan pemukiman. Program ini berfokus pada penerapan teknik budidaya modern salah satunya hidroponik. Hidroponik dinilai efektif dalam meningkatkan produktivitas lahan sempit. Kegiatan ini menargetkan tidak hanya masyarakat khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan tetapi juga mahasiswa yang nantinya akan menjadi praktisi.

Kegiatan ini dilaksanakan  pada Hari Jumat, 10 April 2026 bertempat di salah satu rumah warga di Desa Sumorame RW XI. Kegiatan ini melibatkan Kelompok tambulampot Desa sumorame.  Acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi pemanfaatan lahan sempit di RW XI Desa Sumorame dengan pertanian metode hidroponik, dimana salah satu hasil tanaman hidroponik yang sudah dibudidayakan warga RW XI adalah tanaman Pakcoy. Kegiatan ini melibatkan melibatkan Ketua Pusat Studi Pangan dan Perikanan Dr. Lukman Hudi., S.TP., M.MT., Anggota Ibu Prof. Dr. Ir. Andriani Eko P., MS berkolaborasi dengan Dosen Teknologi Pangan   Ibu Rahmah Utami Budiandari., S.TP., MP dan  Ibu Rima Azara S.TP., MP, didukung oleh Pusat Studi Pangan dan Perikanan, Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) dalam pelaksanaannya.

Sambutan dari Perwakilan Tokoh Masyarakat (Kelompok Tambulampot) Kegiatan ini disambut baik oleh tokoh mayarkat di Desa Sumorame khususnya dengan dihadiri oleh ibu Kepala Desa. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Ketua kelompok Tambulampot Ibu Lailatus atau  yang dikenal dengan Ibu Jalal, beliau  mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, dengan harapan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah dan sharing informasi terkait pemanfaatan lahan sempit khususnya hidroponik serta pemanfaatan hasil panen hidroponik menjadi produk bernilai tambah dan dapat dijadikan peluang ekonomi bagi anggota kelompok tambulampot.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama pemaparan terkait pemanfaatan lahan sempit dengan metode hidropoinik dan sesi kedua pemaparan pemanfaatan hasil hidroponik menjadi produk bernilai  tambah. Pada sesi pertama terkait pemanfaatan lahan sempit disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Andriani Eko P., MS. Dalam paparannya bu Prof Andriani menyatakan bahwa pemanfaatan lahan sempit menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan berkurangnya lahan pertanian produktif. “Kami ingin memberikan solusi praktis kepada masyarakat agar tetap bisa menanam sayuran sehat secara mandiri meskipun hanya memiliki pekarangan kecil atau bahkan tanpa tanah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya peserta diajarkan cara membuat sistem hidroponik sederhana mengunakan bahan bekas, seperti botol plastik dan pipa paralon, sehingga ramah lingkugan dan ekonomis. Selain itu memaparkan tips dan trik mengoptimalkan hasil panen hidroponik dengan memanfaatkan media air yang ada di lingkungan perumahan. Berdasarkan hasil integrasi penelitian sistem hidroponik  memungkinkan tanaman tumbuh tanpa media tanah, melainkan menggunakan air yang telah diperkaya nutrisi. metode ini sangat cocok diterapkan di pekarangan lahan luas. Dengan demikian masyarakat di kawasan perumahan tetap dapat melakukan kegiatan budidaya tanaman secara produktif meskipun keterbatasan ruang. Sesi Kedua adalah paparan terkait teknologi pengolahan hasil pakcoy menjadi produk tepung organik. Dalam sesi ini peserta dijelaskan tentang definisi tepung sayur organik, proses inovasi pakcoy menjadi tepung sayur, dan cara penyimpanan tepung sayur organik yang aman sehingga hasil tepung lebih aman dan tahan lama. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terkait komoditas pakcoy dan serba-serbi pengolahan tepung sayur pakcoy.

Penyerahan Modul kepada Kelompok Tambulampot RW XI Desa Sumorame

Sesi terakhir dalam kegiatan ini adalah penyerahan modul oleh Pusat studi, modul ini hasil kolaborasi anggota pusat studi dengan dosen Agroteknologi dan Teknologi Pangan terkait pemanfatan tanaman tambulampot. Penyerahan modul dilakukan secara simbolis oleh Perwakilan Pusat Studi Pangan dan Perikanan kepada Ketua Kelompok Tambulampot Desa Sumorame. Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa modul ini diharpakan dapat menjadi panduan berkelanjutan bagi masyarakat dalam mengembangakan kegiatan budidaya secara mandiri, bahkan setelah program pendampingan selesai dilaksanakan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kelompok Tambulampot RW XI Desa Sumorame menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik pemanfaatan lahan sempit sebagai salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Dengan adanya modul ini, diharapkan transfer pengetahuan tidak hanya berhenti pada peserta pelatihan, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada warga lainnya secara lebih luas.

Secara keseluruhan, penyerahan modul ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Melalui dukungan materi yang terstruktur dan aplikatif, masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lingkungan sekitar menjadi sumber pangan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa dan foto bersama  untuk bisa menjadi memori indah yang terdokumentasikan. Ke depan, tim dosen berencana memperluas jangkauan program melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal. Diharapkan, gerakan pemanfaatan lahan sempit ini dapat menjadi salah satu strategi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian berkelanjutan. Dengan adanya inisiatif ini, peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat.

Penulis : Lukman Hudi