
Sidoarjo — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melaksanakan program pembentukan Duta Kesehatan Gigi dan Mulut di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan pada Selasa, 28 April 2026 pukul 13.30–14.00 WIB. Program ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan gigi dan mulut remaja melalui edukasi sebaya, kampanye kesehatan sekolah, serta penguatan nilai keislaman dan pembinaan karakter.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah, pemetaan kondisi awal siswa, serta pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test. Selanjutnya, tim abdimas melakukan penjaringan calon duta dari unsur OSIS dan kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Siswa yang terpilih mengikuti pelatihan mengenai kesehatan gigi dan mulut, meliputi plak gigi, karies, radang gusi, manfaat fluor, hingga pengendalian konsumsi gula. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan komunikasi agar mampu melakukan edukasi sebaya secara efektif.

Setelah pelatihan, para duta menjalankan perannya melalui kegiatan edukasi dan kampanye kesehatan di lingkungan sekolah. Program juga didukung dengan penyebaran media edukatif berupa poster dan leaflet pada beberapa titik strategis sekolah.
Tim abdimas bersama guru pendamping turut melakukan monitoring dan pendampingan berkala guna memastikan keberlanjutan program serta dokumentasi kegiatan berjalan optimal.
Ketua tim abdimas menyampaikan bahwa pendekatan peer education dipilih karena pesan kesehatan dinilai lebih mudah diterima oleh remaja ketika disampaikan oleh teman sebaya. “Integrasi nilai keislaman seperti kebersihan sebagai bagian dari iman dan menjaga kesehatan sebagai amanah diharapkan dapat memperkuat pembentukan perilaku hidup sehat pada siswa,” ujarnya.

Program ini menargetkan terbentuknya minimal 10 siswa Duta Kesehatan Gigi dan Mulut, peningkatan skor pengetahuan siswa minimal 30 persen berdasarkan hasil pre- test dan post-test, serta terlaksananya minimal dua kegiatan edukasi sebaya di sekolah. Selain itu, tim abdimas juga menyiapkan modul pembelajaran dan media edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.