
Gambar 1. Kegiatan Abdimas pada UMKM “Dapur Ibu Fat”
Sidoarjo, 17 Februari 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Abdimas UMSIDA) menyelenggarakan pelatihan branding dan keamanan pangan bagi pelaku UMKM Dapur Ibu Fat. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jum’at, 13 Februari 2026, pukul 08.30–11.00 WIB, bertempat di Desa Boro, RT 12 RW 03, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Para peserta memperoleh dua bidang pelatihan utama, yaitu branding usaha dan keamanan pangan yang menjadi aspek penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas pangsa pasar produk kuliner UMKM Dapur Ibu Fat, khususnya melalui diversifikasi produk sambal cumi dan sambal klotok.

Gambar 2. Proses Pengemasan Sambal dalam Kegiatan Abdimas
Materi keamanan pangan disampaikan oleh Ibu Syarifa Ramadhani Nurbaya, S.TP., MP, dosen Program Studi Teknologi Pangan. Dalam pemaparannya, Ibu Syarifa Ramadhani Nurbaya, S.TP., MP menekankan pentingnya penerapan prinsip keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan produk kuliner, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penggunaan peralatan, hingga penyimpanan dan penyajian produk kepada konsumen. Beliau menjelaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan konsumen dan keberlanjutan usaha.
Dalam pelatihan ini, peserta juga dibekali pemahaman mengenai kebersihan peralatan, sterilisasi kemasan, teknik pengisian yang benar, serta pengaturan suhu dan penyimpanan. Melalui praktik langsung, pelaku UMKM Dapur Ibu Fat dilatih menerapkan standar pengemasan yang modern dan higienis sehingga produk sambal yang dihasilkan aman dikonsumsi, lebih awet, dan menarik bagi konsumen. Produk sambal Dapur Ibu Fat dikemas dalam botol kecil berukuran 100 ml untuk menjaga higienitas, mempertahankan kualitas, serta memberikan tampilan yang lebih modern dan praktis.
“Produk yang aman, higienis, dan konsisten kualitasnya akan lebih mudah diterima pasar serta memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” ujar beliau.

Gambar 3. Pemaparan Materi Identitas Merk dan Pengemasan Sambal
Materi berikutnya membahas branding UMKM yang disampaikan oleh Ibu Dewi Andriani, SE., MM. Beliau menjelaskan pentingnya membangun identitas merek yang kuat dan konsisten sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar branding, penentuan target pasar, penciptaan nilai unik produk, serta strategi komunikasi pemasaran yang efektif, khususnya melalui media digital dan media sosial.
Sebagai bagian dari penguatan citra usaha, UMKM Dapur Ibu Fat juga mendapatkan dukungan kemasan berupa kardus nasi kotak dari UMSIDA yang telah didesain dengan gambar produk dan logo usaha. Selain itu, proses pengurusan label halal untuk produk sambal juga telah difasilitasi oleh pihak UMSIDA guna meningkatkan kepercayaan konsumen.

Gambar 4. Penyerahan Bantuan Kemasan Kardus sebagai Identitas Merek UMKM Dapur Ibu Fat
Beliau juga menjelaskan bahwa branding produk sambal dan nasi kotak tidak hanya berkaitan dengan tampilan visual, tetapi juga mencerminkan identitas, kualitas, dan nilai produk yang ingin disampaikan kepada konsumen. Branding yang kuat dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen serta menjaga keberlanjutan usaha. Beliau menegaskan bahwa produk dengan identitas merek yang jelas, kemasan yang menarik, dan kualitas yang konsisten akan lebih mudah dikenali pasar dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai strategi membangun citra merek, mulai dari penentuan nama produk, desain kemasan, hingga cara memasarkan sambal secara efektif agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Gambar 5. Tim Abdimas UMSIDA Bersama UMKM Dapur Ibu Fat Usai Kegiatan Pendampingan
Pelatihan ini bertujuan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan keberlanjutan usaha. Pelaku UMKM didorong agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar serta meningkatkan nilai tambah produk, baik dari sisi rasa, keamanan, maupun citra usaha.
Melalui kegiatan ini, UMKM Dapur Ibu Fat diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing di tengah persaingan bisnis kuliner. Kegiatan ditutup dengan serah terima bantuan peralatan usaha untuk mendukung diversifikasi produk sambal cumi dan sambal klotok agar produksi lebih optimal dan berkelanjutan.