
Magelang, 05/02/2026 – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman terus dilakukan oleh dunia pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) antara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang digelar di SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, Magelang.
Kegiatan ini merupakan hasil implementasi kerja sama Prodi PAUD UNIMMA dan Prodi Psikologi UMSIDA yang didasari oleh MoA DRPM dengan LPPM UNIMMA. Mengusung tema “Respect Me, Respect You: Bebas Bullying, Ciptakan Sekolah Aman & Nyaman”, acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya bullying serta peran semua pihak dalam pencegahannya.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan Magelang yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Selanjutnya, kegiatan dimoderatori oleh Veni Soraya Dewi, S.E., M.Si, anggota Abdimas UNIMMA sekaligus Kepala Bidang Abdimas LPPM UNIMMA. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Abdimas UNIMMA, Dr. Khusnul Laely, S.Pd., M.Pd.

Pemaparan materi disampaikan oleh Nurfi Laili, M.Psi., Psikolog, dosen Prodi Psikologi UMSIDA yang juga merupakan anggota tim join Abdimas UMSIDA–UNIMMA. Sebelum masuk ke materi inti, Bu Nurfi terlebih dahulu melakukan ice breaking untuk mencairkan suasana dan meningkatkan antusiasme siswa.
Dalam pemaparannya, Bu Nurfi menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dengan adanya ketidakseimbangan kekuatan, dengan tujuan menyakiti atau menimbulkan tekanan psikologis pada korban. Ia menekankan bahwa aspek kekuasaan menjadi faktor penting dalam kasus bullying, di mana pelaku berupaya mengontrol dan mendominasi korban.
Lebih lanjut, dijelaskan pula berbagai dampak bullying, mulai dari munculnya kecemasan dan gangguan emosi, penurunan fokus serta prestasi belajar, hingga pada kasus berat dapat memicu munculnya ide bunuh diri. Selain itu, korban bullying sering kali tampak kuat dari luar, namun sebenarnya masih bergumul dengan tekanan batin.
Materi juga membahas faktor-faktor yang dapat memicu bullying, seperti lemahnya aturan dan pengawasan di sekolah, ketidakhadiran figur ayah, kondisi ibu yang mengalami depresi atau kekerasan dalam rumah tangga, serta pola asuh yang terlalu keras atau tidak konsisten.
Para siswa dikenalkan dengan berbagai jenis bullying, antara lain bullying fisik, verbal, sosial, dan cyber bullying. Tidak hanya itu, Bu Nurfi juga menjelaskan peran-peran dalam bullying seperti ringleader, assistant, reinforcer, bully/victim, defender, dan bystander, sehingga siswa dapat memahami bahwa bullying bukan hanya soal pelaku dan korban.
Dalam sesi tersebut juga dipaparkan ciri-ciri pelaku bullying, seperti perilaku agresif, impulsif, serta kurangnya empati kognitif. Sementara itu, ciri-ciri korban bullying antara lain menarik diri, prestasi belajar menurun, dan merasa cemas saat berangkat ke sekolah.
Peran sekolah menjadi bagian penting dalam pembahasan. Sekolah diharapkan memiliki aturan yang jelas dan tegas, membangun kerja sama seluruh unsur sekolah, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, serta menerapkan program sekolah ramah anak dengan sistem reward and punishment yang tepat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dilakukan di tengah dan di akhir pemaparan materi. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan jawaban yang disampaikan. Sebagai bentuk apresiasi, pihak UNIMMA dan UMSIDA membagikan doorprize kepada siswa yang aktif berpartisipasi.
Di akhir kegiatan, siswa dibagi menjadi lima kelompok untuk mengikuti post-test guna mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Tiga kelompok terbaik mendapatkan hadiah sebagai bentuk motivasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin memahami pentingnya sikap saling menghormati serta berani berperan aktif dalam mencegah bullying, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua.