Pemberdayaan Berbasis Inovasi: Kelompok Tabulampot Sumorame Inisiasi Produk Tepung Sayur Hidroponik

drpm.umsida.ac.id – Dalam rangka pelaksanaan pengabdian masyarakat  (Abdimas)  institusi oleh Dosen Program studi Teknologi Pangan , Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yaitu kegiatan Pemberdayaan berbasis inovasi pada kelompok tambulampot Desa Sumorane terkait produksi tepung sayur organik hasil hidroponik yang dilaksanakan pada Hari Jumat (10 April 2026) bertempat di salah satu rumah warga di Desa Sumorame RW XI. Kegiatan ini melibatkan Kelompok tambulampot Desa sumorame.  Acara ini bertujuan untuk mengembangkan potensi pemanfaatan lahan sempit di RW XI Desa Sumorame dengan pertanian metode hidroponik, dimana salah satu hasil tanaman hidroponik yang sudah dibudidayakan warga RW XI adalah tanaman Pakcoy.

Kegiatan ini melibatkan dosen teknologi pangan dengan ketua pelaksana Ibu Rahmah Utami Budiandari., S.TP., MP dan anggota Ibu Rima Azara S.TP., MP, didukung oleh Pusat Studi Pangan dan Perikanan, Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) dalam pelaksanaannya.

Sambutan dari Perwakilan Tokoh Masyarakat (Kelompok Tambulampot)

Kegiatan ini disambut baik oleh tokoh mayarkat di Desa Sumorame khususnya dengan dihadiri oleh ibu Kepala Desa. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Ketua kelompok Tambulampot Ibu Lailatus atau  yang dikenal dengan Ibu Jalal, beliau  mengapresiasi terselenggaranya kegiatan abdimas ini, dengan harapan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah dan sharing informasi terkait pemanfaatan lahan sempit khususnya hidroponik serta pemanfaatan hasil panen hidroponik menjadi produk bernilai tambah dan dapat dijadikan peluang ekonomi bagi anggota kelompok tambulampot. Dokumentasi sambutan dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Sambutan Ketua Kelompok Tambulampot

Rangkaian Kegiatan dan Hasilnya

Kegiatan Abdiams terdiri dari dua sesi. Sesi pertama  adalah pemaparan materi Pakcoy yang diberikah oleh ibu Rima Azara S.TP., MP terkait tanaman pakcoy, manfaat kelebihan, keunggulan dan alasan memilih komoditas pakcoy. Tanaman ini dapat ditanam dengan media tanah atau menggunakan sistem hidroponik. Komposisi kimia dalam 100 gr pakcoy terdiri dari terkandung protein 2,39  mg, Lemak 0,39 mg, Karbohidrat 4,09 mg, Kalsium 220 mg, Fosfor, Zat besi 38 mg  dan Vitamin C 102 mg, antioksidan 8,148 ppm, klorofil 86,76 mg/g dan karotenoid pada seridaan kering seberasr 198,04 mg/g.  Dokumentasi paparan dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Paparan Materi Oleh Ibu Rima Azara

Sesi Kedua adalah paparan terkait teknologi pengolahan hasil pakcoy menjadi produk tepung organik. Dalam sesi ini peserta dijelaskan tentang definisi tepung sayur organik, proses inovasi pakcoy menjadi tepung sayur, dan cara penyimpanan tepung sayur organik yang aman sehingga hasil tepung lebih aman dan tahan lama. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi terkait komoditas pakcoy dan serba-serbi pengolahan tepung sayur pakcoy. Dokumentasi kegiatan pemberdayaan dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Pemberdayaan  Kelompok Tambulampot RW XI Desa Sumorame

Penyerahan alat food dehydrator kepada Mitra

Sesi yang ditunggu mitra adalah dengan pemberian alat yaitu food dehydrator dan vacum sealer. Food dehydrator adalah adalah yang digunakan untuk mengeringkan tanaman pakcoy menjadi pakcoy kering lalu dilakukan proses penepungan sehingga diperoleh tepung pakcoy. alat ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan buah dan sayur sehingga diperoleh produk buah dan sayuran kering. Alat kedua yang diberikan adalan vacum sealer. Vacum sealer yang diberikan dapat digunakan mitra untuk mengemas produk pangan olahan siap saji, baik dalam kondisi vacum atau tidak. Kedua alat ini diharapkan dapat menunjang kegiatan optimalisasi hasil panen tanaman pakcoy dan dapat didiversifikaikan menjadi produk dengan nilai tambah  misalnya sayur kering atau tepung sayur. Berikut dokumentasi alat yang diberikan serta penyerahan alat  pada perwakilan ketua kelompok tambulampot.

Gambar 4. Alat yang diberikan kepada Mitra

Gambar 5. Penyerahan alat pada perwakilan mitra

Sesi terakhir setelah penyerahan alat ada pengisian post test dan kuesioner oleh mitra. kemudian kegiatan ditutup dengan doa. Kegiatan pemberdayaan dan pendampingan diharapkan tidak berhenti saat kegiatan ini selesai tetapi dapat dilanjutkan hingga Kelompok Tambulampot RW XI dapat memanfaatkan hasil tanaman hidroponik dan mengoptimalisasi hasil panen sehingga memiliki nilai tambah dan menjadikan pendapatan tambahan bagi individu ataupun kelompok.  Acara diakhiri dengan sesi serah terima alat pengering dan vacum selaer serta pembacaan doa dan foto bersama untuk bisa menjadi memori indah yang terdokumentasikan.