
Gambar 1. Kegiatan Abdimas pada Kelompok UMKM Kedai Sandar
Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Desa Boro kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan pelatihan bertema penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP) dan strategi packaging produk. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di TPQ Al Muhajirin Desa Boro, mulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB. Sebanyak 12 pelaku UMKM binaan PRA Desa Boro hadir dan mengikuti kegiatan pelatihan dengan antusias. Peserta berasal dari berbagai jenis usaha, khususnya sektor kuliner dan produk olahan rumahan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif mengenai pengelolaan biaya produksi serta pentingnya kemasan produk dalam meningkatkan nilai jual dan daya saing UMKM di pasar.

Gambar 2. Sambutan oleh Direktur DRPM Umsida
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Bapak Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si yang sekaligus menjadi narasumber utama pada sesi pertama. Dalam pemaparannya, Dr. Sigit Hermawan menjelaskan pentingnya pemahaman yang tepat mengenai penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual produk.

Gambar 3. Penyampaian Materi oleh Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si
Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang menetapkan harga jual tanpa perhitungan biaya yang jelas, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian usaha dalam jangka panjang. “HPP harus dihitung secara rinci dan realistis, mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, serta biaya tidak langsung. Dengan perhitungan yang tepat, UMKM dapat menentukan harga jual yang adil, kompetitif, dan tetap menguntungkan,” ujarnya di hadapan peserta.
Pada sesi kedua, materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Mas Oetarjo, SE., MM., BKP, yang membahas secara mendalam tentang peran strategis packaging dalam pengembangan produk UMKM. Ia menekankan bahwa kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai identitas merek dan alat komunikasi pemasaran yang sangat penting.

Gambar 4. Penyampaian Materi oleh Mas Oetarjo, SE., MM., BKP
Dalam paparannya, Mas Oetarjo menjelaskan berbagai aspek penting dalam pengemasan, mulai dari desain visual, pemilihan bahan kemasan yang aman dan sesuai standar, hingga pencantuman informasi produk yang jelas dan menarik. “Packaging yang baik dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuat produk UMKM memiliki daya tarik yang setara dengan produk industri besar,” jelasnya. Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait permasalahan yang mereka hadapi, baik dalam menentukan harga jual produk maupun dalam memilih kemasan yang sesuai dengan karakter usaha masing-masing. Sesi tanya jawab yang menjadi penutup kegiatan dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta untuk memperoleh solusi praktis langsung dari para narasumber.

Gambar 5. Sesi Foto Bersama
Melalui kegiatan ini, PRA Desa Boro berharap para pelaku UMKM binaannya mampu meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha secara lebih profesional, khususnya dalam hal efisiensi biaya produksi dan penguatan citra produk melalui kemasan yang menarik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.