Drpm.umsida.ac.id – Kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Pembuatan Modul Skema Hybrid yang diselenggarakan hari ini menjadi langkah strategis Pusat Studi Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UMSIDA bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMSIDA dalam meningkatkan mutu pelaksanaan sertifikasi profesi berbasis hybrid. Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan tim penyusun modul, asesor kompetensi, serta pengelola sertifikasi di lingkungan UMSIDA.
Direktur DRPM UMSIDA, Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., CIQaR., CRP dalam sambutannya menegaskan bahwa “ pengembangan modul skema hybrid menjadi kebutuhan penting di era transformasi digital”. Menurutnya, sertifikasi profesi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengurangi kualitas asesmen kompetensi yang dilakukan kepada mahasiswa maupun peserta sertifikasi. Beliau juga menyampaikan bahwa modul hybrid diharapkan dapat memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran dan asesmen, sekaligus menjaga standar mutu yang sesuai dengan ketentuan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan adanya koordinasi dan evaluasi ini, DRPM berharap kualitas layanan sertifikasi profesi di UMSIDA semakin unggul dan kompetitif.

Selanjutnya, Direktur LSP UMSIDA, Dr. Machful Indra Kurniawan, M.Pd. menjelaskan bahwa “ penyusunan modul skema hybrid tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga pada kesesuaian unit kompetensi dan kebutuhan dunia industry”. Ia menambahkan bahwa LSP UMSIDA terus berupaya menghadirkan sistem sertifikasi yang profesional, adaptif, dan relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antar unit di lingkungan kampus agar pelaksanaan sertifikasi profesi dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi. Evaluasi berkala terhadap modul juga dinilai penting untuk memastikan materi asesmen tetap sesuai dengan perkembangan kompetensi di lapangan.
Kegiatan ini turut diperkuat dengan arahan dari Wakil Rektor I UMSIDA, Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T. yang menyampaikan bahwa sertifikasi profesi merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, inovasi melalui skema hybrid dapat menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan pembelajaran dan asesmen yang lebih fleksibel namun tetap berkualitas.
Dalam kegiatan koordinasi dan evaluasi ini membahas pengembangan enam skema sertifikasi profesi yang akan diimplementasikan dalam modul berbasis hybrid, yaitu Skema Sertifikasi Okupasi Supervisor Sumber Daya Manusia (SDM), Skema Sertifikasi Klaster Digital Marketing, Skema Sertifikasi Okupasi Ilmuwan Data (Data Scientist), Skema Sertifikasi Okupasi Manajer Pengumpulan, Skema Sertifikasi Okupasi Supervisor Rekrutmen dan Seleksi SDM, serta Skema Sertifikasi Okupasi Penerjemah Teks Umum. Keenam skema ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi dunia kerja yang semakin dinamis dan berbasis teknologi sekaligus memperkuat kesiapan lulusan UMSIDA agar memiliki daya saing profesional sesuai standar industri dan kebutuhan pasar kerja nasional maupun global.

Melalui kegiatan koordinasi dan evaluasi ini, Pusat Studi DRPM dan LSP UMSIDA berharap tercipta modul sertifikasi profesi berbasis hybrid yang lebih terstandar, inovatif, dan mampu mendukung peningkatan kompetensi lulusan UMSIDA agar siap bersaing di dunia kerja nasional maupun internasional.
*Arifin Mado