Penguatan Peran Sekolah dalam Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Anak SD sebagai Implementasi SDGs 3

Sidoarjo — Tim pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Umsida melaksanakan program dengan tema “Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Anak Usia Sekolah Dasar” di SD MICA, kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 29 April 2026. Kegiatan ini menargetkan peningkatan literasi PHBS gigi dan mulut siswa serta peningkatan kapasitas guru/UKS agar edukasi menjadi terjadwal dan berkelanjutan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) khususnya dalam rangka untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Tidak hanya ditujukan kepada siswa, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas guru dan pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) agar edukasi kesehatan gigi dapat dilakukan secara terjadwal.

Kegiatan diawali dengan koordinasi Bersama pihak sekolah untuk memetakan kebutuhan dan asesmen awal. Tim pengabdian Masyarakat melakukan pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, dilakukan observasi kebiasaan menyikat gigi serta diskusi singkat Bersama guru untuk mengetahui tantangan yang di hadapi dalam pembiasaan  hidup sehat.

Materi edukasi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan. Siswa diperkenalkan [ada konsep dasar seperti plak gigi, karies (gigi berlubang), ciri-ciri gusi sehat, manfaat fluor, serta pentingnya membatasi konsumsi gula. Penyampaian materi menggunakan metode permainan edukatif, kartu kuis poster, dan infografik agar mudah dipahami dan tidak membosankan.

Tidak hanya teori, siswa juga mengikuti sesi praktik menyikat gigi dengan Teknik yang benar. Tim menggunakan model rahang gigi sebagai alat peraga serta waktu 2 menit untuk membiasakan durasi menyikat gigi ideal. Setiap siswa mendapatkan penilaian melalui checklist praktik, sehingga mereka memperoleh umpan balik langsung mengenai Teknik yang sudah benar maupun yang perlu diperbaiki.

Pendekatan praktik ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang baik dan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan gigi.

Ketua tim pelaksana drg. Dedi Ferdiaz , MDSc menyampaikan, “ Anak-anak, menjaga kesehatan gigi dan mulut itu penting agar tidak berlubang dan menganggu saat tidur, makan, serta belajar. Yakni dengan menggosok gigi minimal 2 kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Jangan lupa kurangi makan manis, dan perbanyak minum air putih. Jika gigi sehat, maka kalian bisa belajar dengan nyaman.”

Secara pararel, guru dan pengelola UKS mengikuti pelatihan singkat mengenai cara mengintegrasikan edukasi kesehatan gigi dan mulut dalam kegiatan rutin sekolah. Pelatihan mencakup penggunaan media pembelajaran, strategi penyampaian materi yang menarik, serta mekanisme monitoring sederhana untuk memantau perkembangan siswa dalam menjaga kesahatan gigi dan mulut.

Ketua tim pelaksana drg. Dedi Ferdiaz, MDSc juga berpesan untuk siswa agar tidak takut datang ke dokter gigi “ Periksa gigi itu juga penting, minimal 6 bulan sekali. Jangan menunggu sakit dahulu baru datang ya.” Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan program, tim Abdimas juga menyerahkan modul dan paket media edukasi kepada sekolah agar kegaiatan dapat dilanjutkan secara mandiri. Melalui program ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai pusat untuk membentuk prilaku hidup sehat, sejalan dengan tujuan SDGs 3 untuk mendorong kehidupan sehat dan kesejahteraan pada semua usia.