Tim FKG UMSIDA Edukasi Kontrol Plak dan Gosok Gigi Bersama di SDI Ash-Shiddiq Buduran

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi [Universitas Muhammadiyah Sidoarjo] kembali melaksanakan kegiatan promotif-preventif kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar melalui program edukasi kontrol plak di SDI Ash-Shiddiq Buduran Sidoarjo.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Mei 2026 tersebut melibatkan 118 siswa usia sekolah dasar dengan fokus utama meningkatkan kesadaran dan keterampilan menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini. Program ini merupakan bagian dari penguatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) berbasis evidence-based community dentistry.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum pada anak usia sekolah. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan tingginya akumulasi plak akibat kebiasaan menyikat gigi yang belum optimal.

“Plak gigi merupakan faktor utama terjadinya karies. Karena itu edukasi kontrol plak sejak usia dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kebersihan gigi menggunakan O’Leary Plaque Control Record untuk mengetahui kondisi awal kebersihan gigi siswa. Tim pengabdi menggunakan disclosing agent atau triplak untuk membantu memvisualisasikan plak pada permukaan gigi siswa sehingga area gigi yang masih kotor dapat terlihat secara langsung.

Selain pemeriksaan plak, siswa juga mendapatkan edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui demonstrasi teknik menyikat gigi menggunakan phantom gigi dan sikat gigi. Tim pengabdi kemudian mengajak seluruh siswa melakukan gosok gigi bersama menggunakan pasta gigi berfluor.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan skor indeks plak setelah dilakukan edukasi dan praktik menyikat gigi bersama. Sebelum intervensi, rerata indeks plak siswa berada pada kategori sedang hingga buruk. Setelah kegiatan berlangsung, skor indeks plak mengalami penurunan yang menunjukkan adanya peningkatan kebersihan rongga mulut siswa.

Tim pengabdi menyampaikan bahwa penggunaan triplak memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa karena mereka dapat melihat secara langsung area plak pada gigi mereka sendiri.

“Pendekatan visual seperti ini membuat anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menyikat gigi dengan benar. Mereka menjadi lebih antusias dan sadar terhadap kebersihan giginya,” jelas tim pengabdi.

Pihak SDI Ash-Shiddiq Buduran Sidoarjo menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap program edukasi kesehatan gigi dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kesehatan siswa di sekolah.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian FKG UMSIDA berharap edukasi promotif dan preventif kesehatan gigi dapat membantu menurunkan risiko karies pada anak usia sekolah sekaligus membangun budaya hidup sehat sejak dini.