Semenjak Covid-19 ditetapkan berstatus pandemi, ada banyak sektor ekonomi domestik dan global yang terpengaruhi. Dampak pandemi di Indonesia paling terasa terjadi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Banyak masyarakat mengalami penurunan ekonomi secara signifikan dikarenakan pembatasan aktivitas dan jam malam. Seperti halnya yang dirasakan oleh Yuli selaku pemilik Usaha Jamur yang berlokasi di Desa duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Dengan adanya kebijakan tersebut, “Pasar mulai sepi pembeli dan jam berjualan sangat terbatas” ujar Yuli. Selain itu, Yuli juga mengungkapkan mengalami kendala bahwa tidak bisa mempromosikan dagangannya melalui media sosial, lantaran belum tau cara untuk mempromosikannya. Padahal diera digital saat ini media sosial menjadi media yang paling efektif untuk berpromosi dan juga berjualan.

Maka dari itu, Mahasiswa KKN-P Umsida kelompok 2 klaster mandiri, Muchamad Ilham Rajab berencana membantu mempromosikan jualan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Whatsapp.

Kegiatan ini berlangsung secara bertahap. Tahap pertama yaitu mengenalkan media sosial, lantaran sebelumnya Yuli belum paham tentang dunia digital. Lalu pada tahap kedua, membuatkan akun media sosial dan logo. Selanjutnya tahap terakhir, mengajarkan cara memfoto produk agar terlihat menarik saat diunggah di media sosial, serta mengajarkan cara promosi di media sosial.

Dengan mempromosikan jualan secara online, diharapkan para pelaku usaha UMKM dapat meningkatkan pemasaran lebih luas sehingga bisa merubah perekonomian menjadi lebih baik.

ditulis : Muhammad Ilham Rajab

Editor : Ping Darojat-

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *