
Gambar 1. UMSIDA Dampingi UMKM Rempeyek Mangkok Melalui Diversifikasi Produk dan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan
Bumi Gedangan Indah, Sidoarjo – Kamis, 04 Juni 2026. Sebagai upaya mendukung peningkatan kapasitas pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) menyelenggarakan kegiatan “Pengenalan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Keuangan Digital bagi UMKM” yang bertempat di Bumi Gedangan Indah Blok C9, Sidoarjo.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 04 Juni 2026, pukul 13.00–15.00 WIB ini diikuti oleh para pelaku UMKM setempat yang memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib dan profesional. Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si., CIQaR., CRP. selaku Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu faktor utama dalam keberlangsungan dan perkembangan usaha. Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM diharapkan mampu melakukan pencatatan transaksi secara lebih akurat, memantau kondisi keuangan usaha secara real time, serta menyusun laporan keuangan yang lebih sistematis dan mudah dipahami.

Gambar 2. Sambutan oleh Prof. Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si., CIQaR., CRP. selaku Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Sebelum memasuki sesi penyampaian materi, kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Prof. Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si., CIQaR., CRP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek pengelolaan usaha, termasuk dalam bidang keuangan. Oleh karena itu, para pelaku UMKM perlu meningkatkan kemampuan dan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha. Beliau juga menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang baik merupakan fondasi utama bagi keberhasilan suatu usaha. Melalui pencatatan keuangan yang tertib dan sistematis, pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usaha secara lebih akurat, mengukur tingkat keuntungan, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan pengembangan usaha di masa mendatang. Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam melakukan pencatatan keuangan secara konsisten karena keterbatasan pengetahuan maupun metode yang digunakan. Lebih lanjut, Prof. Sigit menjelaskan bahwa pemanfaatan aplikasi keuangan digital dapat menjadi solusi yang efektif untuk membantu UMKM dalam mengelola transaksi usaha secara lebih mudah, cepat, dan akurat. Dengan adanya aplikasi keuangan, proses pencatatan pemasukan dan pengeluaran dapat dilakukan secara real time, sehingga memudahkan pelaku usaha dalam memantau perkembangan bisnisnya setiap saat. Beliau berharap kegiatan pengenalan aplikasi keuangan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada peserta, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan usaha yang lebih profesional. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan UMKM lokal dapat semakin berkembang, memiliki daya saing yang lebih tinggi, serta mampu beradaptasi dengan tuntutan era digital yang terus berkembang.

Gambar 3. Materi “Diversifikasi Produk dan Perluasan Pasar di Kelompok UMKM Rempeyek Mangkok”yang disampaikan oleh Wiwit Hariyanto, SE., M.Si.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bertajuk “Diversifikasi Produk dan Perluasan Pasar di Kelompok UMKM Rempeyek Mangkok” yang disampaikan oleh Wiwit Hariyanto, SE., M.Si. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya diversifikasi produk sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM di tengah perubahan kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berkembang. Beliau menyampaikan bahwa diversifikasi produk tidak hanya berkaitan dengan penambahan variasi rasa atau bentuk produk, tetapi juga mencakup inovasi dalam kemasan, ukuran produk, serta pengembangan produk turunan yang memiliki nilai tambah. Melalui diversifikasi yang tepat, UMKM dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis produk saja. Selain itu, materi juga membahas berbagai strategi perluasan pasar yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM, baik melalui pemasaran langsung maupun pemanfaatan platform digital. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali target pasar, membangun identitas merek, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan pelanggan. Melalui sesi ini, peserta memperoleh wawasan baru mengenai langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk dan memperluas jangkauan pemasaran usaha mereka.

Gambar 4. Materi Pengenalan Aplikasi Keuangan “Bukukan” oleh Bapak Istian Kriya Almanfaluti, S.Kom., M.Kom.
Pada sesi berikutnya, Bapak Istian Kriya Almanfaluti, S.Kom., M.Kom. memperkenalkan aplikasi keuangan “Bukukan” sebagai salah satu solusi digital yang dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara lebih efektif dan terstruktur. Materi diawali dengan penjelasan mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang rapi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bisnis dan pengembangan usaha. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai fitur yang tersedia pada aplikasi Bukukan, mulai dari pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan utang dan piutang, pemantauan arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan secara otomatis. Peserta juga diperkenalkan pada manfaat penggunaan aplikasi digital dalam meminimalkan kesalahan pencatatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan administrasi keuangan usaha.
Sebagai penutup, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung penggunaan aplikasi keuangan Bukukan pada perangkat masing-masing. Dalam sesi ini, peserta didampingi untuk mengunduh aplikasi Bukukan melalui Google Play Store, kemudian melakukan proses registrasi dan pengaturan awal akun. Setelah berhasil masuk ke aplikasi, peserta dibimbing langkah demi langkah untuk mengenal berbagai fitur utama yang tersedia, seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan utang dan piutang, serta pemantauan arus kas usaha secara sederhana dan praktis.
Melalui pendampingan secara langsung, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait penggunaan fitur-fitur aplikasi dan penerapannya dalam pengelolaan usaha mereka. Sesi ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan yang lebih tertib, akurat, dan profesional.
Kegiatan pendampingan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda pelatihan satu kali, tetapi juga menjadi langkah awal dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku UMKM, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan usaha berbasis digital. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pelaku UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai inovasi yang dapat mendukung efisiensi dan efektivitas operasional usaha. Melalui pengenalan dan praktik penggunaan aplikasi Bukukan, para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan usaha mereka. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan masyarakat dalam mendukung transformasi digital UMKM. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pengelolaan usaha, sehingga UMKM lokal dapat berkembang menjadi usaha yang lebih tangguh, profesional, dan berdaya saing tinggi. Dengan pendampingan yang berkelanjutan serta penerapan teknologi digital yang tepat guna, diharapkan para pelaku UMKM mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat tata kelola usaha, dan memperluas peluang pertumbuhan bisnis di masa mendatang.