drpm.umsida.ac.id. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) terus memperkuat perannya dalam mendukung inovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai elemen Muhammadiyah. Pada Kamis (18/06/2026), tim Pusat Studi Pangan dan Perikanan (PSPP) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UMSIDA melakukan kunjungan ke kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tarik, Kabupaten Sidoarjo, untuk membahas potensi pengembangan usaha peternakan lebah madu berbasis sumber daya lokal.

Gambar 1. Tim UMSIDA Bersama Tim PCM Tarik
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Direktur DRPM UMSIDA, Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., bersama Ka.Bid Pusat Studi Dr. Noor Fatimah Mediawati, S.H., M.H. Turut hadir tim PSPP UMSIDA yang diketuai oleh Dr. Lukman Hudi, S.TP., M.MT. dengan anggota Prof. Dr. Ir. Andriani Eko Prihatiningrum, M.S. dan Dr. Poppy Diana Sari, S.TP., M.P..
Dalam kesempatan tersebut, PCM Tarik memaparkan inovasi peternakan lebah madu yang memanfaatkan fermentasi sari buah maja sebagai pakan tambahan lebah. Inovasi ini dipresentasikan melalui materi berjudul “Rekayasa Teknologi Pangan: Pakan Lebah Organik (Bio-Nektar) Berbasis Ekstrak Biotani Lokal”. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas madu, tetapi juga menerapkan konsep “zero waste” dalam pemanfaatan buah maja. Setelah sari buah maja dimanfaatkan sebagai bahan baku bio-nektar, bagian limbahnya tidak langsung dibuang. Sebaliknya, limbah buah maja diolah menjadi berbagai produk kerajinan (prakarya) yang memiliki nilai ekonomi, seperti hiasan, cenderamata, maupun produk kreatif lainnya yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.

Gambar 2. Limbah Kulit Buah Maja Menjadi Hasil Prakarya Bernilai Tinggi
Pendekatan ini memberikan nilai tambah yang signifikan karena mampu mengubah bahan yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk bernilai jual. Selain mendukung kelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah organik, kegiatan tersebut juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar dan santri Pondok Pesantren Ain Syams.
Direktur DRPM UMSIDA, Prof. Dr. Sigit Hermawan, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang telah dikembangkan PCM Tarik. Menurutnya, pemanfaatan buah maja secara menyeluruh menunjukkan adanya integrasi antara inovasi teknologi, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan saat ini.
Sebagai tindak lanjut, UMSIDA melalui PSPP DRPM berencana memberikan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari pengujian kualitas madu yang dihasilkan dari lebah dengan pakan tambahan fermentasi sari buah maja, analisis mutu produk, pengembangan standar kualitas, hingga strategi peningkatan daya saing produk agar dapat diterima di pasar yang lebih luas.
Selain itu, tim UMSIDA juga akan mendukung proses pengembangan hilirisasi produk, baik pada sektor madu maupun produk turunan hasil pemanfaatan limbah buah maja yang memiliki potensi ekonomi. Dengan dukungan akademik dan riset yang memadai, diharapkan seluruh produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar mutu dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan penguatan kemandirian lembaga pendidikan Islam.
PCM Tarik menaruh harapan besar terhadap kolaborasi ini. Melalui peningkatan kualitas produk madu serta pengembangan produk kreatif berbahan limbah buah maja, hasil usaha yang diperoleh diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan berkelanjutan bagi Pondok Pesantren Ain Syams. Dengan demikian, kebutuhan operasional dan pendidikan santri dapat dipenuhi dari hasil usaha produktif yang dikelola secara mandiri, sehingga pondok pesantren tidak perlu membebankan biaya kepada para wali santri.
Kolaborasi antara UMSIDA dan PCM Tarik ini menjadi contoh nyata bagaimana hasil riset, inovasi teknologi pangan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi dapat bersinergi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan berbasis pesantren.
*Poppy D