Membuka Sarana Literasi dengan Membangun Taman Baca di Desa Payaman dan Pembuatan Wastafel Portabel (Tak Perlu Disentuh Tangan) di Desa Kedungwangi Lamongan

Dalam rangka meningkatkan literasi minat baca di desa payaman Tim kuliah Kerja Nyata-Pencerahan (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) membangun taman baca selama satu bulan, sejak tanggal  satu maret sampai satu april 2021. Taman baca tersebut dibuka secara umum baik dari kalangan anak-anak, remaja maupun masyarakat sekitar.

Dalam pembangunan taman baca TIM KKN-P UMSIDA dibantu oleh para warga desa, karena tanpa bantuan tenaga mereka maka proker tersebut tidak bisa berjalan dengan lancar dan tentunya tetap mematuhi protocol kesehatan yang ada.

Sebagai sarana dan prasarana taman baca, maka tim KKN-P UMSIDA mengadakan open donasi berupa uang dan buku (buku fiksi/non fiksi, sejarah, pengetahuan agama, keterampilan dan buku gambar/mewarnai) yang disebarkan melalui sosial media.

Tentu saja kegiatan ini dilakukan untuk menambah wawasan di bidang Literasi karena minimnya sumber daya baca dan supaya masyarakat sekitar lebih giat membaca  sehinga nantinya mereka memiliki wawasan yang luas, juga sebagai wadah pembelajaran dan aktivitas positif  di masa pandemi.

“Dengan adanya taman baca ini anak-anak lebih mempunyai semangat dalam berliterasi (membaca)” tutur Addib Lazwar Irhami selaku ketua KKN-P MANDIRI UMSIDA kelompok 3, (22/3).

Disamping itu, Muhammad in’am salah satu warga sekaligus anggota dari Karang Taruna yang membantu keberlangsungan pengadaan taman baca di desa payaman juga mengatakan “Bahwa dengan berdirinya taman baca ini mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat sekitar, apalagi di masa pandemi dimana banyak sekali waktu luang sehingga mereka menggunakannya untuk membaca”.

Kedepannya taman baca ini akan dikelola oleh karang taruna di desa Payaman agar taman baca ini tetap bermanfaat dan berjalan meski Tim KKN-P UMSIDA telah usai.

Dimasa pandemi covid-19 tim KKN-P UMSIDA juga terinspirasi untuk membuat tempat cuci tangan tanpa menyentuh wastafel/kran yaitu dengan memakai sistem injak kaki di mushola miftahul huda Dsn. Resik ds. Kedungwangi Kec.Sambeng Kab. Lamongan, pada Minggu (28/02).

Sebagian daerah dusun kedungwangi desa resik, masih memakai wastafel yang harus dipegang dahulu baru akan keluar air. Sehingga tim KKN-P UMSIDA terinspirasi untuk membuat wastafel yang tanpa dipegang oleh tangan.

Jika sebagian besar wastafel harus disentuh atau dioperasikan dengan tangan, maka KKN-P UMSIDA membuat inovasi wastafel buatan yang tanpa menyentuh dengan tangan agar meminimalisir terjadinya sentuhan yang mengakibatkan adanya kuman ataupun virus yang menempel ditangan sehingga dengan menggunakan kaki lebih baik untuk menjaga sentuhan tangan yang mengakibatkan adanya virus apalagi disituasi pandemi ini.

Walaupun tidak adanya pandemi atau covid-19 mencuci tangan itu sangatlah diperlukan karena sebagai cara menjaga kesehatan pada diri sendiri diantaranya, mencegah beragam penyakit mulai dari COVID-19, flu, sakit tenggorokan, hingga cacingan. Kemudian membunuh kuman-kuman dan lebih efektif dari pada hand sanitizer serta mencegah potensi resistensi antimikroba.

 

ditulis : rimaya

edit : Ping DArojat-

Leave a Reply