Bermain dan Belajar, Tim KKN-P 82 Menjaga Eksistensi Permainan Tradisional Melalui Bimbel

Perkembangan permainan modern yang semakin pesat menyebabkan eksistensi permainan tradisional semakin menurun. Hal ini membuat Tim KKN-P 82 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo(Umsida) tergugah untuk meningkatkan eksistensi permainan tradisional melalui Bimbel yang ada di Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Senin (8/3).

Persaingan antara permainan tradisional dengan permainan modern menjadi alasan mengapa perlahan permainan tradisional ini jarang dilirik oleh kalangan generasi muda. Salah satu upaya dari Tim KKN-P 82 yaitu dengan mengajak siswa bimbingan belajar yang ada di kantor desa Baujeng untuk bermain permainan tradisional. Tentunya, kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan  dengan baik.

“Kegiatan tersebut adalah upaya untuk menjaga kelestarian permainan tradisional serta untuk mengurangi kecanduan gadget oleh siswa-siswa bimbingan belajar,” ungkap Mochammad Rizal, ketua KKN-P 82.

Faisol Efendi, ketua karang taruna Desa Baujeng sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat meningkatkan kegiatan bersosial anak-anak. Kegiatan tersebut dapat diadakan secara terus menurus di setiap akhir pekannya untuk tetap menjaga eksistensi permainan tradisional di Desa Baujeng.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN-P 82 mengaku sangat senang melihat antusias anak-anak yang ada di bimbingan belajar karena mereka dapat memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi penerus bangsa. Sebab, Tim KKN-P 82 ingin agar masa muda anak-anak bangsa kedepannya tidak terampas oleh perkembangan permainan modern.

Lebih lanjut, dengan diadakannya permainan tradisional ketika bimbel, anak anak terlihat sangat antusias mengikutinya. Salah satunya ketika diadakan permainan bakiak, tampak keseruan dan keceriaan dari  mereka meski tidak jarang mereka harus terjatuh karena kurangnya keseimbangan tim. Sebagai apresiasi bagi pemenang, Tim KKN-P 82 memberikan hadiah untuk juara 1, 2 ,dan 3 dalam bentuk alat tulis untuk menambah semangat belajar anak-anak.

Diharapkan dengan diadakannya permainan tradisional tersebut untuk kedepannya anak-anak dapat mengurangi penggunaan gadged dan dapat bersosial terhadap satu sama lainnya dengan cara melestarikan permainan tradisional.

 

Leave a Reply